Page 78 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 78
merekomendasikan bahwa layanan bimbingan dan konseling perlu
memberikan fasilitas yang lebih baik lagi untuk menunjang
keberhasilan program BK disekolah. Penelitian Susilowati (2014)
menyebutkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan
bimbingan dan konseling pada aspek fasilitas sarana pendukung BK
sebesar 10%.
Penelitian Alfandi, dkk. (2016) hasil penelitiannya mengindikasikan dari
kondisi kerja guru BK yang secara umum belum memadai, belum
memadainya kondisi kerja tersebut terlihat dari fasilitas yang belum lengkap
dalam ruangan kerja guru BK. Sedangkan hasil penelitian Putranti (2015)
menunjukkan 1) ketersediaan ruang bimbingan dan konseling yang
memadai sesuai standar yaitu berukuran 8 x 9 m, pada lima sekolah
atau sebesar 50 % dari 10 sekolah yang menjadi subyek penelitian; 2)
ketersediaan ruang khusus konseling dimiliki oleh delapan sekolah
(80%) dari sepuluh sekolah; 3) faktor penghambat ketersediaan sarana
bimbingan konseling yaitu faktor biaya dan keterbatasan lahan.
Hasil penelitian Intishar, dkk (tanpa tahun) menunjukkan bahwa
tiga belas sekolah berada pada kategori tidak memenuhi standar(92,8%)
dan satu sekolah berada pada kategori memenuhi standar (7,14%). Pada
aspek ruang bimbingan dan konseling seluruh sekolah tidak memenuhi
standar(100%). Pada aspek instrumen pengumpul data tiga belas
sekolah berada pada kategori memenuhi standar(92,8%) dan satu
sekolah tidak memenuhi standar(7,14%). Pada aspek kelengkapan
penunjang teknis sepuluh sekolah memenuhi standar(71,4%) dan empat
sekolah lainnya tidak memenuhi standar(28,6%). Pada aspek dokumen
seluruh sekolah memenuhi standar(100%).
71

