Page 80 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 80
beberapa sekolah menengah tersebut menunjukkan belum
berstandarnya fasilitas yang dimiliki sekolah-sekolah tersebut.
Beberapa sarana yang ditemukan antara lain ada yang hanya memiliki
lemari 3 buah untuk menyimpan data (alat-alat teknik test dan teknik
non test, sebagai alat pengumpul dan penyimpan data), 1 Pasang kursi
tamu, 2 buah komputer lengkap, 1 buah AC, 1 buah TV, 1 buah cermin
hias, 1 buah kipas angin, 7 buah meja + kursi kerja konselor, 2 buah
kotak sampah dan 9 buah pigura. Adapula sekolah yang hanya
memiliki: meja guru 4 buah, kursi guru 8 buah, kursi tamu plastik 1
buah, papan data guru 2 buah, rak buku 1 buah, PC komputer 1 buah, 2
buah komputer lengkap, 1 buah AC, 1 buah TV, 1 buah cermin hias, 1
buah dispences, 1 buah kipas angin, dan 5 buah meja kerja serta lemari
5 buah lemari penyimpan data (alat-alat teknik test dan teknik non test,
sebagai alat pengumpul dan penyimpan data).
Bahkan ditemukan juga sekolah yang sarana penunjang atau
pendukung kegiatan layanan bimbingan dan konseling berupa 5 buah
meja kerja, kursi kerja 7 buah, kursi tamu 1 set, papan data guru 1
buah, 1 buah TV, 1 buah cermin hias, 1 buah dispences, 1 buah kipas
angin, dan lemari 2 buah untuk menyimpan data.
Dari penjelasan sebagaimana diuraikan di atas, barangkali
disebabkan oleh beberapa faktor-faktor, sehingga kurangnya
ketersediaan sarana dan prasarana bimbingan konseling, antara lain:
1. Masih adanya kurang perhatian dari pemerintah
2. Adanya pemisahan bimbingan dan konseling dari sistem institusi
pendidikan dan dianggap tidak penting.
3. Kinerja konselor atau guru BK sering hanya focus pada
permasalahan bersifat insidental.
73

