Page 293 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 293
Sementara itu, universalisme yang tercermin dalam
ajaran-ajaran yang memiliki kepedulian kepada unsur-
unsur utama kemanusiaan itu diimbangi pula oleh kearifan
yang muncul dari keterbukaan peradaban Islam sendiri.
Keterbukaan yang membuat kaum Muslim selama sekian
abad menyerap segala macam menifestasi kultural dan
wawasan keilmuan yang datang dari pihak peradaban-
peradaban lain, baik yang yang masih ada waktu itu
maupun yang sudah mengalami penyusutan luar biasa
(seperti peradaban Persia). Kearifan yang muncul dari
proses saling pengaruh-mempengaruhi antara peradaban-
peradaban yang dikenal itu, waktu itu di kawasan "Dunia
Islam" waktu itu, yang kemudian mengangkat peradaban
Islam ke tingkat sangat tinggi, hingga menjadi apa yang
disebutkan sejarawan agung Arnold J. Toynbee sebagai
oikumene (peradilan dunia) Islam.
Oikumene Islam ini, menurut Toynbee, adalah salah
satu di antara enam belas oikumene yang menguasai dunia.
Kearifan dari oikumene Islam itulah yang paling tepat untuk
disebut sebagai kosmopolitanisme peradaban Islam. Kisah
kedua wajah Islam itu, universalisme ajaran dan
kosmopolitanisme peradaban akan disajikan pada
kesempatan ini.
Salah satu ajaran yang dengan sempurna menampilkan
universalisme Islam adalah lima buah jaminan dasar yang
diberikan agama samawi terakhir ini kepada warga
masyarakat baik secara perorangan maupun sebagai
kelompok. Kelima jaminan dasar itu tersebar dalam
literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah) lama, yaitu
jaminan dasar akan (1) keselamatan fisik warga masyarakat
dari tindakan badani di luar ketentuan hukum, (2)
keselamatan keyakinan agama masing-masing, tanpa ada
286 | Asep Solikin

