Page 291 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 291

berbagai  bentuk  dan  akhirnya  menjadi  kunci  argumen
                 Thomis  untuk  adanya  Tuhan.  Begitulah,  bahwa
                 argumen  kosmologis  itu  sampai  ke  para  teolog
                 berbahasa Latin, yang dalam budaya Barat kita mereka
                 itu  menerima  pengakuan  untuk  orisinalitas,  yang
                 mereka  sendiri  tidak  sepenuhnya  berhak,  karena
                 mereka  mewarisi  argumen-argumen  itu  dari  para
                 teolog  dan  failasuf  Arab,  yang  sayangnya  cenderung
                 kita lupakan).
                 Sebagaimana  telah  menjadi  pokok  pembicaraan  buku
            William  Craig  yang  dikutip  itu,  argumen-argumen
            kosmologis  kalam  ternyata  kini  banyak  mendapatkan
            dukungan temuan-temuan ilmiah moderen. Teori big bang
            dari  Chandrasekhar  (pemenang  hadiah  Nobel),  dan
            dikatakan  dengan  temuan-temuan  astronomi  moderen,
            begitu  pula  konsep  waktu  dari  Newton  dan  Einstein,
            semuanya  itu,  menurut  Craig,  mendukung  argumen
            kosmologi  ilmu  kalam  tentang  adanya  Tuhan  dan
            "personal", yang telah menciptakan alam raya ini:

                 (Dengan begitu kita telah menyimpulkan adanya Khaliq
                 yang personal bagi alam raya, yang ada tanpa berubah
                 dan berdiri sendiri sebelum penciptaan alam dan dalam
                 waktu sesudah penciptaan itu. Inilah inti pusat apa yang
                 oleh    kaum      teist   dimaksudkan      dengan
                 "Tuhan"...Argumen  kosmologi  kalam  membimbing  kita
                 ke  arah  adanya  Khaliq  yang  bersifat  pribadi  alam
                 raya...)
                 Adakah membuktikan adanya Tuhan yang personal itu
            yang  menjadi  titik  perhatian  sentral  falsafah  dan  kalam?
            Setelah  membuktikan  dengan  dalil-dalil  dan  argumen-
            argumen yang mantap, para failasuf dan mutakallim beralih


            284 | Asep Solikin
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296