Page 287 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 287

lagi,  melainkan  telah  tercampur  dengan  tafsiran-
            tafsirannya.  Karena  itu,  meskipun  orang-orang  Muslim
            sedemikian    tinggi   menghormati    Aristoteles   dan
            menamakannya "guru pertama", namun yang mereka ambil
            dari  dia  bukan  hanya  pikiran-pikiran  dia  sendiri  saja,
            melainkan justru kebanyakan adalah pikiran, pemahaman,
            dan  tafsiran  orang  lain  terhadap  ajaran  Aristoteles.
            Singkatnya,  memang  bukan  Aristoteles  sendiri  yang
            berpengaruh  besar  kepada  falsafah  dalam  Islam,  tetapi
            Aristotelianisme.  Apalagi  jika  diingat  bahwa  orang-orang
            Muslim  menerima  pikiran  Yunani  itu  lima  ratus  tahun
            setelah  fase  terakhir  perkembangannya  di  Yunani  sendiri,
            dan setelah dua ratus tahun pikiran itu digarap dan diolah
            oleh para pemikir Kristen Syria.

                 Menurut  Peters  lebih  lanjut,  paham  Kristen  telah
            mencuci  bersih  tendensi  "eksistensial"  filsafat  Yunani,
            sehingga  ketika  diwariskan  kepada  orang-orang  Arab
            Muslim,  filsafat  itu  menjadi  lebih  berorientasi  pedagogik,
            bermetode  skolastik,  dan  berkecenderungan  logik  dan
            metafisik.  Khususnya  logika  Aristoteles  (al-manthiq  al-
            aristhi)  sangat  berpengaruh  kepada  pemikiran  Islam
            melalui  ilmu  kalam.  Karena  banyak  menggunakan
            penalaran  logis  menurut  metodologi  Aristoteles  itu,  maka
            ilmu  kalam  yang  mulai  tampak  sekitar  abad  VIII  dan
            menjadi  menonjol  pada  abad  IX  itu  disebut  juga  sebagai
            suatu versi teologi  alamiah  (natural  theology,  al-kalam  al-
            thabi'i, sebagai bandingan al-kalam al-Qur'ani) di kalangan
            orang-orang Muslim.
                 Sebagaimana  telah  diisyaratkan,  orang-orang  Muslim
            berkenalan  dengan  ajaran  Aristoteles  dalam  bentuknya
            yang  telah  ditafsirkan  dan  diolah  oleh  orang-orang  Syria,
            dan  itu  berarti  masuknya  unsur-unsur  Neoplatonisme.

            280 | Asep Solikin
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292