Page 286 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 286

Tetapi  sebelum  gerakan  Neoplatonis  itu  mandeg,  ia
               harus  terlebih  dahulu  bergulat  dan  berhadapan  dengan
               agama Kristen. Dan interaksinya dengan agama Kristen itu
               tidak  mudah,  dengan  ciri  pertentangan  yang  cukup  nyata.
               Salah  seorang  tokohnya  yang  harus  disebut  di  sini  ialah
               pendeta  Nestorius,  patriark  Konstantinopel,  yang  karena
               menganut  Neoplatonisme  dan  melawan  ajaran  gereja
               terpaksa lari ke Syria dan akhirnya ke Jundisapur di Persia.

                   Sebenarnya  Neoplatonisme  sebagai  filsafat  musyrik
               memang  mendapat  perlakuan  yang  berbeda-beda  dari
               kalangan  agama.  Orang-orang  Kristen  zaman  itu,  dengan
               doktrin   Trinitasnya,   tidak   mungkin   luput   dari
               memperhatikan  betapa  tiga  hypostase  Plotinus  tidak
               sejalan,  atau  bertentangan  dengan  Trinitas  Kristen.
               Polemik-polemik  yang  terjadi  tentu  telah  mendapatkan
               jalannya  ke  penulisan.  Maka  orang-orang  Muslim,  melalui
               tulisan-tulisan dalam bahasa Suryani yang disalin ke Bahasa
               Arab,  mewarisi  versi  neoplatonisme  yang  berbeda,  yaitu
               Neo-platonisme  dengan  unsur  kuat  Aristotelianisme.
               Menurut  pelukisan  F.E.  Peters,  mengutip  kitab  al-Fihrist
               oleh Ibn al-Nadim,
                    (Versi Arab tentang datangnya karya-karya Aristoteles
                   di  dunia  Islam ada  kaitannya dengan diketemukannya
                   naskah-naskah  di  suatu  rumah  kosong.  Seandainya
                   benarpun,  kisah  itu  menghilangkan  dua  rinci  penting
                   yang  bisa  melengkapi  jalan  cerita:  pertama,  naskah-
                   naskah  itu  pastilah  tidak  tertulis  dalam  Bahasa  Arab;
                   kedua,  orang-orang  Arab  itu  tidak  hanya  menemukan
                   Aristoteles tetapi seluruh rangkaian para penafsir juga).
                   Ini  berarti  bahwa  pikiran-pikiran  Aristoteles  yang
               sampai  ke  tangan  orang-orang  Muslim  sudah  tidak  "asli"


                                             Menelisik Pemikiran Islam | 279
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291