Page 281 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 281

sastra dari Persia, serta matematika dan astronomi dari
                 Hindu tercurah ke dalam bahasa Arab).
                 Interaksi intelektual orang-orang Muslim dengan dunia
            pemikiran  Hellenik  terutama  terjadi  antara  lain  di
            Iskandaria (Mesir), Damaskus, Antioch dan Ephesus (Syria),
            Harran (Mesopotamia) dan Jundisapur (Persia). Di tempat-
            tempat  itulah  lahir  dorongan  pertama  untuk  kegiatan
            penelitian dan penterjemahan karya-karya kefilsafatan dan
            ilmu  pengetahuan  Yunani  kuna,  yang  kelak  kemudian
            didukung dan disponsori oleh para penguasa Muslim.

                 Suatu hal yang patut sekali mendapat perhatian lebih
            besar di sini ialah suasana kebebasan intelektual di zaman
            klasik  Islam  itu.  Interaksi  positif  antara  orang-orang  Arab
            Muslim  dengan  kalangan  bukan-Muslim  itu  dapat  terjadi
            hanya  dalam  suasana  penuh  kebebasan,  toleransi  dan
            keterbukaan.  Sebab  meskipun  orang-orang  Arab  itu
            mempunyai  ajaran  agamanya  yang  sangat  tegas  dan
            gamblang,  dengan penuh  lapang  dada  membiarkan semua
            kegiatan intelektual di pusat-pusat yang ada sejak sebelum
            kedatangan  dan  pembebasan  oleh  mereka.  Seperti
            dikatakan oleh C.A. Qadir:

                 "...the centers of learning led by the Christians continued
                 to function unmolested even after they were subjugated
                 by  the Muslims.  This  indicates  not  only  the  intellectual
                 freedom that prevailed under Muslim rule in those days,
                 but also testifies to the Muslims' love of knowledge and
                 the respect they paid to the scholars irrespective of their
                 religion.

                 (...pusat-pusat  pengajaran  yang  dipimpin  oleh  orang-
                 orang  Kristen  terus  berfungsi  tanpa  terusik  bahkan
                 setelah  mereka  itu  ditaklukkan  oleh  orang-orang

            274 | Asep Solikin
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286