Page 278 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 278
Tetapi sebelum membahas lebih jauh segi-segi polemis ini,
lebih dahulu dibahas pertumbuhan falsafah dalam sejarah
pemikiran Islam.
Pertumbuhan
Falsafah tumbuh sebagai hasil interaksi intelektual
antara bangsa Arab Muslim dengan bangsa-bangsa
sekitarnya. Khususnya interaksi mereka dengan bangsa-
bangsa yang ada di sebelah utara Jazirah Arabia, yaitu
bangsa-bangsa Syria, Mesir, dan Persia.
Interaksi itu berlangsung setelah adanya pembebasan-
pembebasan (al-futuhat) atas daerah-daerah tersebut
segera setelah wafat Nabi s.a.w., dibawah para khalifah.
Daerah-daerah yang segera dibebaskan oleh orang-orang
Muslim itu adalah daerah-daerah yang telah lama
mengalami Hellenisasi. Lebih dari itu, kecuali Persia,
daerah-daerah yang kemudian menjadi pusat-pusat
peradaban Islam itu adalah daerah-daerah yang telah
terlebih dahulu mengalami Kristenisasi. Bahkan sebenarnya
daerah-daerah Islam sampai sekarang ini, sejak dari Irak di
timur sampai ke Spanyol di barat, adalah praktis bekas
daerah agama Kristen, termasuk heartlandnya, yaitu
Palestina. Daerah-daerah itu, dibawah kekuasaan
pemerintahan orang-orang Muslim, selanjutnya memang
mengalami proses Islamisasi. Tetapi proses itu berjalan
dalam jangka waktu yang panjang, selama berabad-abad,
dan secara damai. Bahkan daerah-daerah Kristen itu tidak
hanya mengalami proses Islamisasi, tetapi juga Arabisasi,
disamping adanya daerah-daerah yang memang sejak jauh
sebelum Islam secara asli merupakan daerah suku Arab
tertentu seperti Libanon (keturunan suku Bani Ghassan
Yang Kristen, satelit Romawi). Namun berkat politik
Menelisik Pemikiran Islam | 271

