Page 274 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 274

mempedulikan  penderitaan  anak-anak  yatim  dan  orang-
               orang  miskin  dikualifikasikan  sebagai  orang-orang  yang
               membohongkan  agama.  Tahukah  engkau  orang  yang
               membohongkan  agama  Itulah  dia  yang  mengusir  anak
               yatim.  Dan  tidak  menganjurkan  memberi  makan  orang-
               orang  miskin.  Surah  berikutnya  yang  turun  dalam  urutan
               ke-8,  Surah  al-Takatsur,  memberikan  peringatan  keras
               terhadap  orang-orang  yang  asyik  berlomba-lomba  dalam
               kemewahan dan kekayaan.
                   Kalian  menjadi  lalai  karena  perlombaan  mencari
               kemegahan  dan  kekayaan.  Hingga  kalian  masuk  ke
               pekuburan.  Dalam  Surah  al-Layli  yang  diwahyukan  dalam
               urutan  ke-10  diberikan  kabar  baik  terhadap  mereka  yang
               suka  memberi  dan  sebaliknya  kabar  buruk  bagi  mereka
               yang kikir dan bakhil. Maka siapa yang suka memberi dan
               bertaqwa.  Dan  membenarkan  nilai  kebaikan  Kami  akan
               memudahkan  baginya  jalan  kebahagiaan.  Dan  siapa  yang
               kikir  dan  menyombongkan  kekayaan.  Dan  mendustakan
               nilai  kebaikan  Kami  akan  mudahkan  baginya  jalan
               kesengsaraan.  Dan  tiada  berguna  baginya  kekayaannya
               ketika ia binasa.
                   Yang terakhir Surah al-Balad yang diwahyukan dalam
               urutan   ke-11,   menyinggung    keengganan   manusia
               memberikan bantuan kepada sesamanya yang hidup dalam
               penderitaan dan kesengsaraan.  Dan  Kami  tunjuki  ia  dua
               jalan. Tapi tak mau ia menempuh jalan mendaki.  Tahukah
               engkau  jalan  mendaki  itu.  Memerdekakan  budak  sahaya.
               Atau  memberi  makanan  di  masa  kelaparan.  Pada  anak
               yatim yang punya  tali kekerabatan. Atau  orang papa  yang
               terlunta-lunta.




                                             Menelisik Pemikiran Islam | 267
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279