Page 279 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 279
keagamaan para penguasa Muslim berdasarkan konsep
toleransi Islam, sampai sekarang masih banyak kantong-
kantong minoritas Kristen dan Yahudi yang tetap bertahan
dengan aman. Karena adanya konsep Islam tentang
kontinuitas agama-agama (yaitu, bahwa agama Nabi
Muhammad adalah kelanjutan agama para nabi
sebelumnya, khususnya Nabi-nabi Ibrahim, Isma'il, Ishaq,
Ya'qub atau Isra'il, Musa dan Isa-Yahudi dan Kristen),
orang-orang Muslim menyimpan rasa dekat atau afinitas
tertentu kepada mereka itu. Dan rasa dekat itu ikut
melahirkan adanya sikap-sikap toleran, simpatik dan
akomodatif terhadap mereka dan pikiran-pikiran mereka.
(Toleransi dan sikap akomodatif Islam ini ternyata kelak
menimbulkan situasi ironis di zaman moderen, akibat
adanya kolonialisme Barat, seperti adanya hubungan tidak
mudah antara kaum Muslim dengan kaum Yahudi di
Palestina, dengan kaum Maronite di Libanon, dan dengan
kaum Koptik di Mesir).
Toleransi dan keterbukaan orang-orang Islam dalam
melihat kaum agama lain, khususnya Ahli Kitab tersebut
mendasari adanya interaksi intelektual yang positif di
kalangan mereka, dengan sedikit sekali kemasukan unsur
prasangka yang berlebihan. Disamping itu, dan
sebagaimana telah dikemukakan dalam pembahasan kita
tentang Islam dan pengembangan ilmu pengetahuan yang
lalu, kelebihan orang-orang Muslim Arab itu ialah
kepercayaan kepada diri sendiri yang sedemikian mantap.
Kemantapan itu kemudian memancar pada sikap-sikap
mereka yang positif kepada bangsa-bangsa dan budaya-
budaya lain, dengan kesediaan yang besar untuk menyerap
dan mengadopsinya sebagai milik sendiri. Posisi psikologis
yang menguntungkan itu berada tidak hanya dalam
272 | Asep Solikin

