Page 275 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 275

Pesan-pesan al-Qur'an di atas, yang diwahyukan justru
            di  masa  yang  sangat  awal  dari  kenabian,  sangat  jelas  dan
            sama    sekali   tidak   memerlukan    penafsiran.   Ia
            memperlihatkan    betapa,   dalam   al-Qur'an   masalah
            kekayaan,   keserakahan   dan   ketidakpedulian   sosial
            mempunyai  perspektif  teologis.  Ia  tidak  sekedar  masalah
            etik dan moral. Ia langsung menyangkut kebertauhidan kita.

                 Reformasi Sosial
                Kalau  kita  renungkan  mengapa  masalah  kekayaan,
            keserakahan dan ketidakpedulian sosial mendapat sorotan
            tajam  pada  masa  yang  sangat  awal  dari  kenabian
            Muhammad, mungkin kita bisa menarik kesimpulan bahwa
            Risalah  Nabi  kita  terutama  untuk  mengadakan  reformasi
            sosial. Hal ini bisa kita kaitkan dengan penegasan al-Qur'an
            yang  mengatakan  bahwa  Muhammmad  diutus  tidak  lain
            kecuali dalam rangka membawa rahmat bagi seluruh alam
            (QS.  21:107).  Dengan  perkataan  lain,  misi  utama  Nabi
            Muhammad  saw  adalah  membantu  manusia  mewujudkan
            tata kehidupan yang disemangati nilai-nilai rahmah.

                 Anjuran  Nabi  agar  kita  selalu  memulai  kegiatan  dan
            kerja  kita  dengan  ucapan  "Bismillahirrahmanirrahim"
            (bism-i  'l-Lah-I  'l-rahman-i  'l-rahim),  memberikan  suatu
            isyarat  kepada  kita  agar  kita  menjadikan  diri  kita  sebagai
            perwujudan  dari  nilai-nilai  rahmah  itu  bagi  sesama
            makhluk Tuhan. Dengan perkataan lain apapun profesi kita,
            motivasi  dan  orientasi  kita  tidak  boleh  bergeser  dari  ide
            untuk menciptakan –atau setidak-tidaknya menjadi bagian
            dari  proses  menciptakan--  suatu  tata  kehidupan  yang
            dilandasi nilai-nilai rahmah itu.
                Pertanyaan  yang  mungkin  timbul,  bagaimana  kaitan
            antara sorotan tajam terhadap kekayaan, keserakahan dan

            268 | Asep Solikin
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280