Page 276 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 276
ketidakpedulian sosial dengan cita-cita tentang reformasi
sosial yang dilandasi semangat mewujudkan kehidupan
yang penuh rahmah itu? Kaitannya sangat jelas, bahwa
keserakahan dan ketidakpedulian sosial adalah yang
menimbulkan suatu kehidupan yang tidak disemangati
nilai-nilai rahmah. Karena itu reformasi sosial mestilah
ditandai, pertama-tama oleh distribusi kekayaan yang adil.
Itulah prioritas utama yang digumuli Nabi dalam usaha
mewujudkan reformasi sosial.
C. Pemikiran Filsafat Islam
Di antara empat disiplin keilmuan Islam tradisional:
fiqh, kalam, tasawuf dan falsafah, yang disebutkan terakhir
ini barangkali adalah yang paling sedikit dipahami, bisa juga
berarti paling banyak disalahpahami, sekaligus juga yang
paling kontroversial. Sejarah pemikiran Islam ditandai
secara tajam antara lain oleh adanya polemik-polemik
sekitar isi, subyek bahasan dan sikap keagamaan falsafah
dan para failasuf. Karena itu pembahasan tentang falsafah
dapat diharapkan menjadi pengungkapan secara padat dan
mampat tentang peta dan perjalanan pemikiran Islam di
antara sekalian mereka yang terlibat.
Sebelum yang lain-lain, di sini harus ditegaskan bahwa
sumber dan pangkal tolak falsafah dalam Islam adalah
ajaran Islam sendiri sebagaimana terdapat dalam al-Qur'an
dan Sunnah. Para failasuf dalam lingkungan agama-agama
yang lain, sebagaimana ditegaskan oleh R.T. Wallis, adalah
orang-orang yang berjiwa keagamaan (religious), sekalipun
berbagai titik pandangan keagamaan mereka cukup banyak
berbeda, jika tidak justru berlawanan, dengan yang
dipunyai oleh kalangan ortodoks. Dan tidak mungkin
Menelisik Pemikiran Islam | 269

