Page 273 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 273

Mekkah  akhir  (618-622  M.)  Pada  masa  periode  Mekkah
            awal  terdapat  48  surah  yang  diwahyukan  kepada  Nabi
            Muhammad saw. Di sini hanya diambil 12 surah paling awal
            saja, yakni: (1) Surah al-'Alaq, (2) Surah al-Mudatstsir, (3)
            Surah al-Lahab, (4) Surah al-Quraysy, (5) Surah al-Kawtsar,
            (6)  Surah  al-Humazah,  (7)  Surah  al-Ma'un,  (8)  Surah  al-
            Takatsur, (9) Surah al-Fil, (10) Surah al-Layli, (11) Surah al-
            Balad, dan (12) Surah al-Insyirah. Sengaja hanya diambil 12
            surah  di  atas,  sebab  surah  yang  ke-13  adalah  Surah  al-
            Dhuha. Beberapa mufassir menceriterakan bahwa Surah al-
            Dhuha  turun  sesudah  Nabi  mengalami  masa  jeda  di  mana
            wahyu  terhenti  beberapa  lama.  Karena  itu  ke-12  surah  di
            atas turun atau diwahyukan kepada Nabi pada masa-masa
            sangat awal dari kenabian, atau dari sejarah Islam.

                Ke-12  surah  tersebut  sama  sekali  tidak  menyinggung
            masalah  penyembahan  berhala.  Enam  surah  di  antaranya
            justru  menyinggung  masalah  keserakahan  terhadap
            kekayaan  dan ketidakpedulian  terhadap  orang-orang  yang
            menderita. Dalam Surah al-Lahab, yang turun dalam urutan
            ke-3,  disinggung  bahwa  harta  kekayaan  dan  usaha
            seseorang  sama  sekali  tidak  akan menyelamatkannya  dari
            hukuman di Hari Akhirat.

                 Tidak  berguna  baginya  kekayaannya,  dan  apa  yang
            dikerjakannya! Akan dibakar ia dalam api menyala Surah al-
            Humazah,  yang  turun  dalam  urutan  ke-6,  dengan  keras
            mengingatkan akan nasib celaka bagi mereka yang dengan
            serakah  menumpuk-numpuk  kekayaan  dan  menganggap
            kekayaannya  itu  bisa  mengabadikannya.  Celaka  amat  si
            pengumpat  si  pemfitnah.  Yang  menumpuk-numpuk  harta
            kekayaan  dan  menghitung-hitungnya.  Ia  menyangka  harta
            kekayaannya  bisa  mengekalkan  nya.  Dalam  surah  yang
            turun  berikutnya,  Surah  al-Ma'un,  orang-orang  yang  tidak

            266 | Asep Solikin
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278