Page 268 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 268

tentang  Tuhan  dan  hubungan-Nya  dengan  alam  semesta,
               namun seringkali diperluas mencakup keseluruhan bidang
               agama."
                   Dalam  pengertian  ini  agaknya  perkataan  teologi  lebih
               tepat  dipadankan  dengan  istilah  fiqih,  dan  bukan  hanya
               dengan  ilmu  kalam  atau  ilmu  tauhid.  Istilah  fiqih  di  sini
               bukan  dimaksudkan  ilmu  fiqihsebagaimana  kita  pahami
               selama  ini,  melainkan  istilah  fiqih  seperti  yang  pernah
               digunakan  sebelum  ilmu  fiqih  lahir.  Imam  Abu  Hanifah,
               Bapak  ilmu  fiqih,  menulis  buku  al-fiqh-u  'l-akbar  yang
               isinya bukan tentang ilmu fiqih, tapi justru tentang aqidah
               yang menjadi obyek bahasan ilmu kalam atau tauhid. Boleh
               jadi, ilmu fiqih seperti yang berkembang sekarang ini dalam
               kerangka pemikiran Imam Abu Hanifah adalah al-fiqh-u 'l-
               ashghar. Sebab, keduanya baik ilmu kalam atau ilmu tauhid
               maupun  ilmu  fiqih  pada  dasarnya  adalah  fiqih  atau
               pemahaman  yang  tersistematisasikan.  Yang  pertama,
               menyangkut  bidang  ushuliyah  (tentang  yang  prinsip  atau
               yang  pokok),  sedangkan  yang  kedua  meyangkut  bidang
               furu'iyah  (detail  atau  cabang).  Akan  tetapi  perjalanan
               sejarah  dan  tradisi  keilmuan  Islam  telah  menyingkirkan
               pengertian  fiqih  sebagaimana  dipergunakan  Imam  Abu
               Hanifah.  Dengan  menyinggung  masalah  ini,  hanya  ingin
               dikatakan  bahwa  pemakaian  istilah  teologi  mempunyai
               alasan  cukup  kuat,  sebab  ia  membantu  kita  memahami
               Islam secara lebih utuh dan lebih terpadu.

                   Pijakan tulisan ini tentang teologi al-Qur'an. Kita tentu
               sepakat  bahwa  ide  sentral  dalam  teologi  al-Qur'an  adalah
               ide  tauhid.  Pertanyaan  yang  perlu  kita  munculkan,
               bagaimana  sebaiknya  kita  memahami  dan  kemudian
               menghayati  ide  tauhid  itu  dalam  kehidupan  kita  sebagai
               muslim?  Dalam  pengalaman  kita  --sekurang-kurangnya

                                             Menelisik Pemikiran Islam | 261
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273