Page 280 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 280
hubungannya dengan kaum Ahli Kitab yang memang dekat
dengan orang-orang Muslim, tetapi juga dengan kelompok-
kelompok keagamaan lain seperti kaum Majusi (orang-
orang Persi pengikut ajaran Zoroaster) dan kaum Sabean
dari Harran, di utara Mesopotamia. Sebab sekalipun ilmu
pengetahuan Yunani merupakan bagian paling penting ilmu
pengetahuan yang diserap orang-orang Muslim Arab,
namun mereka ini juga dengan penuh kebebasan dan
kepercayaan diri menyerap dari orang-orang Majusi dan
Sabean tersebut tadi, bahkan juga dari orang-orang Hindu
dan Cina. Karena futuhat, bangsa-bangsa non-Muslim itu
berada dibawah kekuasaan politik orang-orang Arab
Muslim. Tetapi biarpun orang-orang Arab itu memiliki
keunggulan militer dan politik, mereka tetap menunjukkan
sikap-sikap penuh penghargaan dan pengertian kepada
bangsa-bangsa dan budaya-budaya (termasuk agama-
agama) yang mereka kuasai. Hasilnya ialah, seperti
dikatakan Halkin sebagai berikut (kutipan yang penting
untuk memahami pembahasan):
(...Adalah jasa orang-orang Arab bahwa sekalipun
mereka itu para pemenang secara militer dan politik,
mereka tidak memandang peradaban negeri-negeri
yang mereka taklukkan dengan sikap menghina.
Kekayaan budaya-budaya Syria, Persia, dan Hindu
mereka salin ke bahasa Arab segera setelah
diketemukan. Para khalifah, gubernur, dan tokoh-tokoh
yang lain menyantuni para sarjana yang melakukan
tugas penterjemahan, sehingga kumpulan ilmu bukan-
Islam yang luas dapat diperoleh dalam bahasa Arab.
Selama abad-abad kesembilan dan kesepuluh, karya-
karya yang terus mengalir dalam ilmu-ilmu kedokteran,
fisika, astronomi, matematika, dan filsafat dari Yunani,
Menelisik Pemikiran Islam | 273

