Page 295 - Menelisik Pemikiran Islam
P. 295

toleransilah  yang  melakukan  transformasi  sosial  dalam
            skala  massif  sepanjang  sejarah  Bahkan  sejarah  agama
            membuktikan munculnya agama sebagai dobrakan oral atas
            kungkungan  ketat  dari  pandangan  yang  dominan,  yang
            berwatak menindas, seperti  dibuktikan  oleh  Islam  dengan
            dobrakannya atas ketidakadilan wawasan hidup jahiliyyah
            yang  dianut  mayoritas  orang  Arab  waktu  itu.  Dengan
            tauhid, Islam menegakkan penghargaan kepada perbedaan
            pendapat  dan  perbenturan  keyakinan.  Jika  perbedaan
            pandangan  dapat  ditolerir  dalam  hal  paling  mendasar
            seperti keamanan, tentunya sikap tenggang rasa lebih lagi
            diperkenankan  dalam  mengelola  perbedaan  pandangan
            politik  dan  ideologi.  Tampak  nyata  dari  tilikan  aspek  ini,
            bahwa  Islam  melalui  ajarannya  memiliki  pandangan
            universal,  yang  berlaku  untuk  umat  manusia  secara
            keseluruhan.

                  Jaminan   dasar   akan    keselamatan   keluarga
            menampilkan  sosok  moral  yang  sangat  kuat,  baik  moral
            dalam  arti  kerangka  etis  yang  utuh  maupun  dalam  arti
            kesusilaan.  Kesucian  keluarga  dilindungi  sekuat  mungkin,
            karena  keluarga  merupakan  ikatan  sosial  paling  dasar,
            karenanya  tidak  boleh  dijadikan  ajang  manipulasi  dalam
            bentuk apapun  oleh  sistem kekuasaan yang  ada.  Kesucian
            keluarga   inilah   yang   melandasi   keimanan   yang
            memancarkan toleransi dalam derajat sangat tinggi.

                 Dalam  kelompok  masyarakat  lebih  besar,  selalu
            terdapat  kecenderungan  untuk  melakukan  formalisasi
            ajaran  secara  berlebihan,  sehingga  menindas  kebebasan
            individu  untuk  menganut  kebenaran,  kelompok  supra-
            keluarga senantiasa mencoba menghilangkan, atau setidak-
            tidaknya  mempersempit,  ruang  gerak  individu  warga
            masyarakat  untuk  melakukan  eksperimentasi  dengan

            288 | Asep Solikin
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300