Page 45 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 45
yang tidak memadai, tidak menentukan semua dimensi
pengobatan dan kegagalan untuk mengukur pelaksanaan
pengobatan, antara lain (Wylie & Chi, n.d.).
Dihadapkan dengan sifat subjektif dari survei dan
keterbatasan dari studi perbandingan, pelacakan mata dan
perilaku siswa lainnya seperti respon emosional, memberikan
informasi yang tidak secara sadar dikendalikan oleh siswa atau
peneliti dan digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang
objektif. Penelitian pelacakan mata adalah bidang multi-disiplin
yang melacak gerakan mata sebagai respons terhadap rangsangan
visual. Data dari eye-tracking memungkinkan peneliti untuk
memvalidasi secara empiris dan objektif, bagaimana pelajar
memahami konten multimedia, perhatian pelajar saat
menganalisis konten multimedia, dan tuntutan kognitif konten
(Molina et al., 2018). Pelacakan mata cukup menarik karena
menyediakan sumber informasi yang berguna dalam kasus anak-
anak. Hal ini karena pengumpulan informasi menggunakan teknik
tradisional lebih sulit terutama jika melibatkan minat dan
preferensi anak-anak (Molina et al., 2018).
Upaya sebelumnya untuk menganalisis perilaku siswa saat
terlibat dengan materi online termasuk menganalisis log
komputer akses siswa, dan frekuensi partisipasi dan durasi
partisipasi (Hwang et al., 2011). Wu et al., (2018) menunjukkan
bahwa metode konvensional yang secara manual menganalisis
perilaku siswa secara bertahap menjadi kurang efektif
dibandingkan dengan pelacakan visual kelas online. Mereka
menemukan bahwa perilaku pelacakan visual kelas online dapat
dibagi menjadi beberapa komponen: seleksi, presentasi, pemetaan,
analisis dan koleksi, serta analisis dari ekspresi wajah siswa.
Beberapa karya ada yang menggunakan pelacakan perilaku
siswa untuk memeriksa bagaimana siswa berinteraksi dengan
perangkat pembelajaran multimedia. Misalnya,(Acarturk &
34

