Page 46 - Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
P. 46
Ozcelik, 2017), tergabung dalam sistem manajemen pembelajaran
(LMS), pelacakan perilaku siswa yang memberikan informasi
tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan siswa di depan
komputer untuk memeriksa konten. Mereka melakukannya
melalui penggunaan pelacakan wajah, sidik jari, dan verifikasi
speaker. Alemdag dan Cagiltay (2018) melakukan tinjauan
sistematis penelitian pelacakan mata pada pembelajaran
multimedia dan menemukan bahwa sementara metode penelitian
ini meningkat, metode ini terutama digunakan untuk memahami
efek penggunaan multimedia di kalangan mahasiswa pendidikan
tinggi. Mereka juga mengidentifikasi bahwa meskipun gerakan
mata terkait dengan bagaimana siswa memilih, mengatur dan
mengintegrasikan informasi yang disajikan melalui teknologi
multimedia, metakognisi dan emosi jarang diselidiki dengan
gerakan mata.
Molina dkk. (2018) menggunakan eye-tracking dalam
mengevaluasi penggunaan multimedia oleh anak-anak sekolah
dasar. Beberapa penelitian telah menggunakan kombinasi data
pelacakan mata dan data verbal untuk mendapatkan wawasan
tentang kognisi pelajar selama pembelajaran dan bagaimana
mereka memahami materi pembelajaran (Stark et al., 2018).
Sebanyak pelacakan mata dan penelitian perilaku lainnya
memberikan peluang untuk evaluasi objektif, kesulitan interpretasi
adalah salah satu keterbatasan data gerakan mata (Miller, 2015),
dan tidak mengherankan bahwa metode evaluasi tradisional
melalui administrasi kuesioner dan survei masih umum
digunakan.
Alat Multimedia
Alat multimedia telah dikembangkan untuk meningkatkan
pengajaran dan pembelajaran untuk berbagai bidang studi.
Tinjauan tersebut juga menunjukkan bahwa alat multimedia
disampaikan menggunakan teknologi dan komponen multimedia
35

