Page 113 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 113
Polling tahun 1991 ditemukan mayoritas pria Amerika
59% mendapatkan sejumlah kepuasan yang besar karena
mempedulikan keluarga daripada pekerjaan.
Tahun 1992, survey nasional menemukan data bahwa
31 % memfokuskan hidup mereka pada pekerjaan, 33 %
pada keluarga, dan sisanya (36 %) mengatakan fokus pada
keduanya.
Pada tahun 1993, survey nasional oleh University Of
Illionis menyimpulkan, bahwa pria sekarang “mencari emosi
utama mereka, secara personal dan kepuasan spiritual dari
family setting.”
Pada tahun 1996, Consumer Survey Center mengadakan
polling bagi Levi Strauss & Co. menemukan pria yang berumur
30 - 40 tahun, 84 % mengartikan “sukses” berarti menjadi
ayah yang baik; sementara itu 72 % mengatakan memiliki
hubungan yang akrab dengan pasangannya”.
Apakah data di atas berarti kaum ayah pada masa kini
mengalami kemunduran interes mereka terhadap kerja atau
karier?
Pada tahun 1994, ketika Families and Work Institute
mengadakan survey pada sekelompok sample pria di USA,
ditanyakan “ apa yang membuat anda merasa sukses di
rumah?” Kebanyakan respon menjawab, “memiliki relasi yang
baik dengan keluarga dan menghabiskan waktu yang cukup
dengan keluarga”. Barulah diikuti dengan jawaban ,” jaminan
finansial”.
Tahun 1993, ketika Parents Magazine mensurvey
pembacanya, demikian juga Child Magazine, ditemukan
ranking pertama , karakteristik “ a good father” adalah “yang
terlibat dengan anak-anak setiap hari”. Baru setelah itu diikuti,
“mampu mensupport finansial keluarga”.
Namun kenyataannya hanya sedikit kaum Bapa ataupun
kaum Ibu yang berhasil memuaskan keinginannya untuk
100 Bimbingan Karir

