Page 114 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 114
mengutamakan keluarga. Di sinilah konflik itu muncul. Konflik
ini kemudian mengundang pelbagai macam masalah kesehatan
mental dan spiritual. Termasuk dalam keluarga Hamba Tuhan.
Tidak sedikir dalam menjalankan tugas pelayanan sebagai
hamba Tuhan dan majelis, pelayanan dijadikan semacam
“katarsis” dan “penghiburan”.
Dalam satu artikel di Kompas (1997) pernah ditulis,
banyak kaum manajer di Amerika saat ini rela kehilangan
jabatan penting dan pelbagai bonus di perusahaan, demi ada
waktu dengan anak-anak. Mereka berusaha tidak pulang lebih
dari jam 5 atau 6 sore. Orangtua di Amerika mulai sadar betapa
pentingnya menyediakan waktu bagi keluarga. Bagaimana
dengan keluarga kita masing-masing ditempat kita masing-
masing???
B. Survai Keseimbangan Keluarga dan Karir
Survai di Minneapolis terhadap 1.200 karyawan
menghasilkan data perbandingan kesulitan antara ayah dan
ibu dalam memelihara anak. Ternyata kaum ayah punya
konflik lebih tinggi dalam dirinya, yakni 72% : 65 %. Para ayah
juga menghadapi konflik antara keluarga dan kerjaan dengan
perbandingan 70 % : 63 %.
Mengapa konflik dalam diri kaum ayah demikian tinggi?
Dalam beberapa penelitian ditemukan, ternyata keinginan
kaum ayah menyediakan waktu dengan anak-anak mereka,
sangat tinggi. Dalam polling tahun 1991 ditemukan, mayoritas
pria Amerika (59%) mendapatkan sejumlah kepuasan yang
besar karena mempedulikan keluarga daripada pekerjaan.
Tahun 1996, A Consumer Survey Center mengadakan
polling bagi Levi Strauss & Co dan menemukan, pria yang
berumur 30-40 tahun, 84% mengartikan “sukses” adalah
menjadi ayah yang baik; sementara itu 72% mengatakan
”sukses” berarti memiliki hubungan yang akrab dengan
pasangannya.
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 101

