Page 133 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 133

mewajibkan  bahwa setiap tenaga pendidik harus memiliki
            kualifikasi  sesuai  dengan  jenjang  kewenangan  mengajar.
            Sertifikasi  sangat  dibutuhkan  untuk  mempertegas  standar
            kompetensi yang  harus dimiliki para guru sesuai dengan
            bidang ke ilmuan masing-masing.
               2.  Perlunya perubahan paradigma
                Faktor  lain yang harus  dilakukan dalam  mencapai
            profesionlisme  guru adalah  perlunya perubahan  paradigm
            dalam proses belajar mengajar. Siswa atau peserta didik tidak
            lagi ditempatkan sebagai obyek pembelajaran namun harus
            berperan dan diperankan sebagai subyek. Seorang guru tidak
            lagi sebagai instruktur yang harus memposisikan dirinya lebih
            tinggi dari peserta didik , tetapi berperan sebagai fasilitator
            yang bersifat  saling melengkapi. Dalam  kontek ini guru
            dituntut  untuk  mampu  melaksanakan proses  pembelajaran
            yang efektif, kreatif, inovatif secara dinamis  dalam  suasana
            demokratis. Dengan demikian proses belajar mengajar akan
            dilihat sebagai proses  pembebasan  dan pemeberdayaan,
            sehingga tidak terpaku pada aspek-aspek yang bersifat
            formal, ideal maupun  verbal.  Penyelesaian masalah  yang
            actual  berdasarkan prinsip-prinsip  ilmiah harus  menjadi
            orientasi dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, out
            put dari pendidikan tidak hanya sekedar mencapai IQ, tetapi
            mencakup EQ dan SQ.
               3.  Jenjang karir yang jelas
                Salah  satu  faktor  yang  dapat  merangsang  profesio-
            nalisme guru adalah jenjang karir yang jelas. Selama ini dalam
            dunia pendidikan masalah jenjang karir belum jelas dan belum
            adanya  penataan  yang  sistematis.  Masalah  ini penting  bagi
            guru untuk  memberikan stimulan,  agar karir  guru menjadi
            menggairahkan, sehingga gairah kerja menjadi hidup. Dengan
            adanya jenjang karir yang jelas dan terbuka akan melahirkan
            kompetisi yang sehat, terukur dan terbuka, sehingga memacu
            setiap individu guru untuk berkarya dan berbuat lebih baik.


             120  Bimbingan Karir
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138