Page 137 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 137

yang  gagal  memperoleh  sertifikasi  formal  melalui  jalur
            tradisional.
                Pendekatan  kompetensi  periode  ini lebih menjanjikan
            untuk  memperhatikan  jaminan  kualitas,  mempermudah
            akuntabilitas  yang  lebih besar dalam  bentuk  standar
            kompetensi  dan  tingkatan  kompetensi  yang  teridentifikasi
            yang dapat diukur  dan diuji.  Pendekatan  kompetensi  ini
            juga mempermudah perbedaan  posisi  dan gaji dalam  suatu
            organisasi, atau peran di antara institusi yang mirip.

               4.  Mengarah Pada Pandangan Kompetensi yang Holistik
                Akar kata  “kompetensi” berasal  dari  bahasa Latin,
            Inggris, Perancis, dan Belanda. Memaknai kompetensi selain
            dari akar katanya perlu memperhatikan pula bagaimana cara
            kompetensi digunkan sejak abad ke-16 dalam berbagai latar
            (Mulder, 2007). Ia berkesimpulan bahwa sering kali terdapat
            makna ganda, di mana kompetensi dilihat pada kemampuan
            dan otoritas.  Dalam arti bahwa kompetensi  tidak hanya
            dilihat pada keterampilan atau kemampuan untuk melakukan
            sesuatu, melainkan juga memiliki izin  (lisesnsi)  untuk
            menggunakan kemampuan tersebut. Makna ganda ini relevan
            menurut kepentingan saat ini dalam bidang bimbingan karir
            yang tidak hanya mengidentifikasi sejumlah kompetensi yang
            diperlukan  oleh para  konselor  bimbingan  karir, melainkan
            juga melihat pentingnya bukti bahwa para praktisi memiliki
            kompetensi  ini  sebagai  suatu  dasar  bagi  jalur  kualifikasi
            dan akreditasi, yang mengarah pada otorisasi praktik dalam
            bentuk jaminan atau lisensi yang diakui secara umum.
                Makna  ganda  dapat  dilihat dari sebagian  pihak  yang
            membedakan antara “competence” dan “competency”.
            Competency  didefinisikan  sebagai  perilaku  yang  harus
            ditampilkan oleh karyawan dalam situasi tertentu agar dapat
            mencapai tingkat performansi/kinerja yang tinggi (Woodruffe,
            1991).  Sedangkan  Competence berkaitan  dengan  pekerjaan
            keseluruhan yang dikerjakan dengan baik, dan diukur di luar

             124  Bimbingan Karir
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142