Page 141 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 141

mengalami  suatu  proses  akumulasi  dari suatu  pengalaman
            praktis  yang  telah ditemukan pada  waktu  lamanya mereka
            bekerja atau saat kompetensi mengalami penurunan karena
            adanya suatu perubahan visi dan misi atau adanya perubahan
            aturan dan kebijakan serba perubahan jaman.
                Awalnya  pemimpin-pemimpin organisasi formal  di
            Amerika mengagungkan teknologi dan keahlian manajemen.
            Sehingga mereka lebih mengutamakan  menjalankan teori
            manajemen  dan struktur  organisasi dibandingkan  dengan
            menetapkan kompetensi tertentu dalam setiap pekerjaan.
                Dari teori manajemen,  seorang  pemimpin  lebih
            menekankan terhadap kontrol (emphasis is on control) dan
            keputusan dari eksekutif dalam rangka peningkatan prestasi
            (executive decision  making and methods  of  performance
            appraisal). Dan dari  struktur organisasi,  pemimpin lebih
            menekankan kepada koordinasi,  cost effectiveness,  job
            description dan authority relationships. Dengan menjalankan
            semua ini, beranggapan bahwa semua orang dapat melakukan
            apapun yang ingin dilakukannya, bukan kepada kompetensi
            yang dimiliki.
                Dengan asumsi demikian, maka didalam upaya
            meningkatkan produktifitas usahanya, seorang pemimpin yang
            dipandang berpikir positif adalah dengan cara meningkatkan
            kualitas  teknologi dan keahlian  dalam  manajemen.  Namun
            sering  kali  berfikir  yang  keliru,  kebanyakan  pemimpin
            menyalahkan orang-orang yang bekerja. Hal ini didasari oleh
            pandangan bahwa “pekerjaan itu tidak  sempurna” bukan
            “tidak kompeten”.

                Pada kurun waktu berikutnya, disepakati oleh pemimpin-
            pemimpin organisasi formal yang  diteliti  oleh Jay Hall,
            menyatakan  bahwa  kompetensi sangat  penting.  Namun
            muncul pertanyaan “ How do you get people to do that, work
            competently?”  , ditemukan  jawaban  yang  juga  disepakati
            bahwa “You begin by acknowledging the competence that is all

             128  Bimbingan Karir
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146