Page 139 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 139

melibatkan  kepemilikan  nilai-nilai  personal dan profesional
            tertentu (Komisi Eropa, 2005).

               5.  Aspek dan Tingkatan Kompetensi
                Definisi kompetensi jika dimaknai dengan cara mengikuti
            filsafat  humanis  kritis  (dan  klasikal)  dalam  mengetahui
            hakikat kompleks pengetahuan bermanfaat dalam membantu
            kita untuk menancapkan suatu makna stabil atau seperangkat
            makna  pada  istilah  tersebut. Pengetahuan  tidaklah  sekedar
            savoir  dan savoir  faire (kecakapan  bertindak) tetapi juga
            dipadukan dengan savoir etre (seperti, nilai, sikap, motivasi,
            sumber daya).
                Dalam hal ini mengetahui dan melaksanakan merupakan
            dua  aspek  yang  harus terpadu dan  merupakan  cara  yang
            interdisipliner  dan holistik, sehingga hal ini merupakan
            indikator bahwa  orang  yang  kompeten adalah  orang
            yang  mampu  mengkombinasikan – baik  secara, eksplisit.
            Pengetahuan  dan keterampilan yang ia miliki dapat
            menjawab  tantangan  dan  situasi  manakala  muncul  dalam
            konteks tertentu.  Berbagai  tingkatan  kompetensi berkaitan
            dengan kemampuan  seseorang menangani kompleksitas,
            ketidakpastian  dan perubahan,  sehingga,  semakin tinggi
            tingkat kompetensi, semakin terbukti adanya pengarahan diri
            dan refleksi kritis (atau meta kompetensi) pada sisi praktisi,
            dalam bidang atau ranah apapun.
                Definisi kompetensi yang luar biasa dan multi dimensional
            ini muncul  dari  kamampuan  dalam  mengintegrasikan
            sejumlah pendekatan. Kuncinya pada pemaknaan kompetensi
            yang sudah muncul sepanjang waktu di belahan dunia yang
            berbeda.  Para  penulis  merumuskan  sebagai  berikut:  (a)
            memperlihatkan bahwa dari waktu ke waktu terdapat suatu
            konvergensi antara  pendekatan-pendekatan  barbeda,  (b)
            menyarankan adanya, suatu tipologi kompetensi holistik yang
            muncul yang dapat diidentifikasi.



             126  Bimbingan Karir
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144