Page 140 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 140
Mereka berpendapat bahwa masing-masing pendekatan
memiliki kekuatan-kekuatannya sendiri: Pendekatan
tradisional Amerika telah memperlihatkan pentingnya
karakteristik individual dan penggunaan kompetensi
behavioral sebagai alat pengembangan performansi yang
unggul. Sedangkan pendekatan Inggris telah menunjukkan
nilai standar kompetensi fungsional dan penerapannya
pada tempat kerja. Pendekatan yang diadopsi di Prancis
dan Jerman mempelihatkan potensi konsep kompetensi
multi-dimensional dan lebih analitik (Delamare-Le Deist &
Winterton, 2005).
D. Implementasi Kompetensi Untuk
Perencanaan Karir Masa Kini
Kompetensi dipandang sebagai syarat utama dalam
profesi bahkan menjadi kewajiban dasar yang harus menjadi
pertimbangan dalam menempatkan seseorang pada sebuah
profesi. Lebih jauh John Gardner (1961) menegaskan bahwa
kompetensi merupakan perekat yang menjaga kebersamaan
sebuah bangsa: “competence is the glue that hold a nation
together”, yang dimaksud kompetensi di sini adalah keunggulan
yang dimiliki atau”excellence” yang biasa digunakan ( Jay Hall
Ph.D., 1961).
Pentingnya kompetensi ini, berimplikasi kepada
kesadaran bahwa, setiap warga negara baik laki-laki maupun
perempuan harus memiliki kompetensi dalam pekerjaan
apapun termasuk guru, sehingga ia memiliki daya produktif
dan dapat bersaing dalam memperoleh posisi pekerjaan.
Sejalan dengan pembahasan artikel Ronald G. Sultana di
atas yang menekankan pentingnya kompetensi. Kemudian Jay
Hall menggambarkan kondisi pada saat kompetensi itulah
keunggulan dan hal ini kadang-kadang tidak dipandang
sebagai masalah yang penting. Tetapi istilah Sultana
kompetensi sendiri harus dilihat dari dua sisi yaitu saat
sebelum munculnya kompetensi, karena kompetensi sendiri
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 127

