Page 135 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 135
daya manusia, khususnya dalam kaitan dengan identifikasi
dan pemilihan para pimpinan di dunia usaha. Rumusan
kompetensi saat itu dilakukan dengan cara mengamati dan
mengidentifikasi para manajer yang dinilai memiliki kinerja
tinggi dengan melihat sifat dan keterampilan yang dimilikinya.
Hasil identifikasi tersebut digunakan sebagai rujukan di
dalam memilih, menilai, dan mengembangkan para manajer.
Pendekatan ini mempengaruhi bidang lain, termasuk sektor
pendidikan yakni dikenal Vocational Education and Training
(VET) dalam pendidikan guru pemula dan lanjutan.
Kerangka kerja kompetensi pada periode ini merupakan
dasar dibentuknya program-program pengembangan
profesional dalam bentuk pelatihan berbasis kompetensi
(Competence Based Training) yang mencapai puncak
popularitas pada akhir tahun 1970 dan awal 1980 di Amerika
Serikat, Australia, dan Eropa.
2. Kejatuhan pendekatan kompetensi.
Pada pertengahan tahun 1980 dan sepanjang tahun1990
muncul kritikan terhadap gagasan kompetensi di atas,
termasuk pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam
pelatihan di dunia pendidikan. Kritikan ini terutama
didasarkan pada konteks kekaburan konsep kompetensi dan
gagasan yang melandasinya yang dipengaruhi oleh faham
behaviorisme.
Hal penting yang dikritik adalah bagaimana gagasan di
atas sebagai konsep kompetensi dapat membantu memahami
hubungan antara pengetehuan proposisi (mengetahui
bahwa), pengetahuan praktis (mengetahui bagaimana), dan
pengetahuan prosedural (mengetahui bagaimana menjadi).
Tanpa hubungan yang integral dari ketiga pengetahuan
tersebut dalam konsep kompetensi berarti mempersempit
peran pengetahuan dan pemahaman. Hanya dengan
mempersyaratkan keterampilan semata berarti memisahkan
pengetahuan teoritik dari yang praktik dan menghancurkan
122 Bimbingan Karir

