Page 138 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 138
system standar minimum, seperti yang diperlihatkan dengan
kinerja dan output/hasil.
Perbedaan seperti ini menghindarkan kita dari
konsep yang membingungkan antara input competencies
(suatu kansep yang lebih atomistik yang memberi label
pada kemampuan-kemampuan spesifik) dengan output
competences (suatu konsep yang lebih integratif yang
memberi label pada performa).
Dengan demikian dapat dilihat bahwa upaya
untuk memperjelas istilah kompetensi dengan hanya
mempertimbangkan istilah yang digunakan sehari-hari
tidaklah membantu. Dalam bahasa inggris, istilah competence
cenderung digunakan secara bergantian antara pengetahuan,
keterampilan, atau kemampuan. Tumpangtindih semantik ini
juga seringkali hadir dalam dokumen-dokumen formal.
Terdapat beberapa usaha dalam mestabilkan makna
kompetensi. Hal ini merupakan tugas yang sulit karena
faktanya istilah ini diasosiasikan dengan tradisi berbeda
di negara berbeda, dan disokong dengan motivasi yang
berlawanan untuk penggunaan dalam bidang berbeda,
diantaranya dalam human resource development (HRD) dan
vocational education and training (VET).
Selain itu, dalam dokumen-dokumen Eropa dan juga
literatur penelitian yang relevan dari Prancis, Inggris,
Jerman dan AS, memaknai kompetensi adalah sebagai
betikut, kompetensi mencakup: a) Kompetensi kognitif
yang melibatkan penggunaan teori dan konsep, dan juga
pengetahuan tacit ‘tak diucapkan’ yang diperoleh dengan
pengalaman; b) Kompetensi fungsional (keterampilan atau
mengetahui bagaimana), hal-hal yang hendaknya dapat
dilakukan seseorang ketika hal tersebut berfungsi dalam suatu
bidang kerja tertentu, pembelajaran atau aktivitas sosial; c)
Kompetensi personal yang melibatkan cara pengetahuan yang
berlaku dalam suatu yang spesifik; d) Kompetensi etis yang
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 125

