Page 143 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 143

Secara umum, terdapat lima tipe karakterisrik kompetensi.
            Dari kelima inilah melahirkan kompetensi yang unggul pada
            diri  setiap orang terhadap jenis  pekerjaan tertentu, yaitu:
            motif, pembawaan,  konsep diri,  ilmu  pengetahuan  dan
            keterampilan.
                Motif(motive) menurut McCleland (1971) adalah “drive,
            direct and selects  behavior of  the individual”. Yakni yang
            menggerakan, menunjukan dan memilih  kelakuan dengan
            tingkah  laku  khusus terhadap  pencapaian  sebuah  tujuan.
            Contoh,  achievement-motivated  orang-orang yang bersifat
            konsisten, ia akan merasa tertantang untuk mencapai tujuan
            yang dimilikinya.
                Pembawaan adalah karakter pisik yang bersifat konsisten
            dalam  merespon situasi atau  informasi.  Contohnya reaksi
            terhadap  waktu  dan  mempunyai  penglihatan  yang  baik
            merupakan kompetensi pembawaan pisik yang harus dimiliki
            oleh pilot tempur.
                Konsep diri  (self concept) merupakan  sikap,  nilai  dan
            persepsi  diri  (self-image). McClelend  (1990)  menjelaskan
            lebih lanjut  sebagai nilai seseorang  dari  respon  dan motif
            reaksi yang  diprediksi bahwa  dia dapat  bekerja dalam
            waktu  yang singkat dalam  sitiuasi dimana orang lain
            membutuhkan  komando. Contoh, seseorang  yang  memiliki
            jiwa  kepemimpinan  akan  lebih  banyak  memperlihatkan
            perilaku memimpin ketika menceritakan  tugas yang  dapat
            dilakukannya  dalam  pekerjaan.  Atau  dapat  dilihat  dari tes
            kecakapan dalam memimpin.
                Ilmu pengetahuan( knowledge) merupakan kompetensi
            yang kompleks. Nilai dalam test ilmu pengetahuan biasanya
            melemahkan prediksi prestasi dalam  bekerja. Hal ini
            karena lemah dalam  mengukur ilmu  pengetahuan  dengan
            keterampilan betul betul digunakan dalam bekerja. Pertama
            karena sejumlah pengukuran dalam  bentuk  test ilmu
            pengetahuan  dihafalkan  tanpa  berpikir yang  disimpan di

             130  Bimbingan Karir
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148