Page 146 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 146
BAB IX
PERUBAHAN PARADIGMA
BIMBINGAN KARIR DAN IMPLIKASINYA
BAGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI
SISWA DAN KONSELOR
A. Pendahuluan
egiatan bimbingan karir pada dasarnya merupakan
Kkegiatan yang sangat urgen dalam keseluruhan program
Bimbingan Konseling di sekolah. Dalam Rambu-rambu
Penyelenggaraan Bimbingan Konseling Pada Pendidikan
Formal (Depdiknas, 2008), dinyatakan bahwa program
Bimbingan Konseling (BK) yang dilaksanakan di sekolah
adalah program BK Komprehensif. Program BK komprehensif
terpadu ke proses harian sekolah, yang meliputi: program,
personil, kebijakan, tempat, dan proses-prosesnya. (Purkey
and Novak, 1995).
Norman Gysbers and Patricia Henderson menggambarkan
bahwa: dasar bimbingan komprehensif adalah perspektif
melayani perkembangan manusia. Perspektif ini menjadi dasar
untuk mengidentifikasi pengetahuan, skill, dan sikap-sikap
(kompetensi) yang perlu dicapai siswa, semuanya disebut
dengan life career development. Life career development
(perkembangan kehidupan karir) diartikan sebagai
perkembangan-diri/self dalam rentang hidup seseorang yang
merupakan integrasi/ keterpaduan dari peran (role), setting,
dan kegiatan-kegiatan (events) dalam kehidupan seseorang.
Dengan kata lain memberikan bantuan dalam perkembangan
kehidupan karir bagi siswa seolah sudah melaksanakan
133

