Page 151 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 151

2.  Tantangan  dan  tuntutan  karir saat  ini dan  fenomena
                  karir di Indonesia.
               a.  Tantangan dan tututan karir saat ini
                Tantangan dan tuntutan Karir saat ini menurut Supriatna
            (2009:22-23) antara lain: (a) semakin berkurang kebutuhan
            akan tenaga kerja yang  tidak  memiliki keterampilan,  (b)
            meningkat  kebutuhan  terhadap  pekerja profesional  yang
            memiliki keterampilan teknis, (c) berkembang berbagai jenis
            pekerjaan dampak  teknologi, (d)  berkembangnya industri
            di berbagai daerah, (e) muncul pekerjaan baru memerlukan
            pelayanan  dan penanganan  baru,  (f) jumlah  pekerja usia
            muda bertambah
                Moh    Suya    (2008)   mengungkapkan     terjadinya
            kecenderungan perubahan pola-pola dalam dunia kerja dan
            tempat  kerja khususnya  yang  berkaitan  dengan  pendidikan
            dan bimbingan karir.

                Tantangan  lainnya  adalah:  seleksi dan kompetisi
            memasuki dunia kerja akan lebih didasarkan pada kompetensi,
            bukan  sekedar ijazah. Paradigma  tentang  kompetensi
            mengalami perubahan besar, yang diikuti dengan perubahan
            visi, misi yang bersifat personal maupun kelompok. Perubahan
            kompetensi bersifat  mendunia,  seiring perkembangan  ilmu
            pengetahuan teknologi.
                Trend   munculnya    kembali   pendekatan   berbasis
            kompetensi  berawal  di Eropa, di antaranya dikemukakan
            Delamare-Le Deist dan  Witerton (2005)  bahwa: a)  dunia
            berusaha  untuk  mengidentifikasi  kompetensi-kompetensi
            baru yang diperlukan, b) mengubah tekanan pada pendidikan
            dan  sistem  pelatihan  untuk  merespon  profil  keterampilan
            yang  mereka  perlukan.  Pendekatan  kompetensi saat  ini
            lebih menjanjikan untuk menjamin kualitas, mempermudah
            akuntabilitas dalam bentuk standar kompetensi dan tingkatan
            kompetensi yang teridentifikasi, dapat diukur dan diuji.



             138  Bimbingan Karir
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156