Page 149 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 149
keterampilan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu,
melainkan juga memiliki izin (lisensi) untuk menggunakan
kemampuan tersebut. Makna ganda kompetensi juga dapat
dilihat dari sebagian pihak yang membedakan antara”
competence” dan ”competency”. Competency didefinisikan
sebagai perilaku yang harus ditampilkan karyawan dalam
sistuasi tertentu agar dapat mencapai tingkat performance
yang tinggi (Woodruffe, 1991), sedangkan competence
berkaitan dengan pekerjaan keseluruhan yang dikerjakan
dengan baik, dan diukur diluar sistem standar minimum,
seperti yang diperlihatkan dengan oleh kinerja dan output.
Dalam dokumen-dokumen Eropa dan juga literatur
penelitian yang relevan dari Perancis, Inggris, Jerman,
dan Amerika, yang dimaksud kompetensi mencakup: (a)
kompetensi kognitif, yang melibatkan penggunaan teori dan
konsep, dan juga pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman;
(b) kompetensi fungsional (keterampilan teknis,untuk
mengetahui bagaimana); (c) kompetensi personal yang
melibatkan cara pengetahuan yang berlaku dalam suatu yang
spesifik; (d) kompetensi etis yang melibatkan kepemilikan
nilai-nilai personal dan profesional tertentu. (Komisi Eropa,
2005)
James C. Colemen (1969:9) menegaskan bahwa
kompetensi secara umum menyentuh empat hal pokok yaitu:
(a) kompetensi fisik (physical competencies), (2) Kompetensi
Intelektual (intellectual competencies), (3) kompetensi emosi
(emotional competencies), (4) Kompetensi sosial (social
competencies).
Dengan demikian jelas bahwa pengembangan kompetensi
siswa dalam bimbingan karir tidak berarti hanya berupa
mempersiapkan dengan pengetahuan dan keterampilan
tapi bantuan pengembangan berbagai potensi kecerdasan
agar menguasai berbagai kompetensi yang bersifat holistik
(kompetensi hard skill dan soft skill)
136 Bimbingan Karir

