Page 152 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 152
Selanjutnya di era teknologi dan informasi, tidak bisa
dipungkiri bahwa kesuksesan dalam karir dipengaruhi dan
dipermudah dengan penguasaan informasi dan kemampuan
membangun network. Dengan kemampuan ini orang bisa
melihat berbagai peluang dan alternatif karir.
b. Fenomena Karir di Indonesia
Selain harus menghadapi tantangan, dan tuntutan
dalam pengembangan karir, di Indonesia juga eksis berbagai
persoalan karir, yang mungkin disebabkan ketidakmampuan
dalam mempersiapkan karir yang sesuai tuntutan dan
tantangan lingkungan atau disebabkan karena faktor budaya.
Fenomena karir tersebut antara lain: (a) angka pengangguran
masih tinggi, (b) masih ada dikotomi di masyarakat antara
pekerjaan yang bergengsi dengan tidak, misalnya, masih
ada anggapan pekerjaan bertani lebih rendah dari pegawai,
(c) muncul banyak SMK yang akan melahirkan tenaga kerja
menengah dengan keterampilan tertentu, tetapi masih banyak
yang belum memiliki kompetensi standar, (d) lulusan dunia
pendidikan kebanyakan menguasai teori tapi minim dalam
praktek-pengalaman, (e) lulusan dunia pendidikan lebih
banyak dibekali dengan komptensi yang sifatnya hard skill
(academic skill dan vocational skill berupa pengetahuan dan
keterampilan), tapi lemah dalam pembinaan kompetensi soft
skill (personal skill dan social skill antara lain: kecakapan dalam
mengenal diri sendiri, percaya diri, berpikir rasional tanggung
jawab, disiplin, kemauan kerja prestatif, jujur, keterampilan
bekerjasama, nilai-nilai yang harus dianut dalam bekerja,
kemampuan beradapatasi dengan perubahan, dsb), (f) masih
banyak orang yang bekerja sekedar memenuhi kebutuhan
hidup, belum untuk kebahagiaan dan kebermanfaatan
bagi kehidupan diri dan masyarakat serta lingkungan, (g)
kebanyakan orang masih mengejar karir yang linier, (h) para
siswa memilih pendidikan lanjut, dan jurusan di Perguruan
Tinggi belum didasarkan pada orientasi karir yang jelas.
Dalam hal ini secara kongrit Supriatna (2009)
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 139

