Page 157 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 157

passion pada bidang karir yang dipilihnya.

               3.  Siswa yang tidak memiliki perencanaan  karir  :
                  menghabiskan    waktu   untuk   bersenang-senang,
                  sangat tidak berminat atau tidak begitu peduli dengan
                  pelajaran dan masa depannya. Menunjukkan perilaku
                  bermasalah  seperti memasuki  genk,  ,  sering terlibat
                  perilaku  nakal,  bolos,  tawuran,  gaul  bebas,  narkoba,
                  kebut-kebutan,  menghabiskan banyak  waktu  untuk
                  games, sering-mendapat peringatan  di sekolah,
                  lebih  banyak  terikat  teman  dari pada  sekolah  dan
                  keluarga,  gaya  hidup konsumtif. Siswa-siswa  ini
                  sudah membutuhkan  bantuan  bimbingan  karir  yang
                  jauh intensif  dengan berbagai bentuk  layanan  untuk
                  mengatasi masalah pribadi-sosial, akademik, dan karir.
                  Prioritas utama bagi mereka bantuan untuk pemecahan
                  masalah  pribadi-sosial,  treatmen  psikologis  dan  fisik
                  untuk  hidup sehat,  baru  pembimbingan  akademik
                  dan karir. Untuk  membimbing  anak-anak  bermasalah
                  ini membutuhkan  kerjasama dengan  berbagai pihak,
                  terutama orang tua/wali dengan tenaga ahli.
                Dengan  mencoba  membagi  tiga  kategori  siswa  ini,
            tampaknya perlu aneka strategi bimbingan karir yang perlu
            dipersiapkan konselor  agar apa yang dilakukan konselor  di
            sekolah memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan
            (accountable).  Dalam   program   bimbingan    konseling
            khususnya  layanan  pada  perencanaan  individual,  konselor
            perlu merumuskan sejumlah kompetensi yang harus dikuasai
            siswa sesuai dengan keberadaannya masing-masing.

                Layanan  bimbingan karir  yang  diberikan oleh konselor
            sekolah perlu  menunjukkan upaya nyata  dengan program
            kongrit dalam mempersiapkan setiap siswa merencanakan
            karirnya. Konselor  sekolah perlu  mengubah  paradigma
            dalam  membantu  siswa  dalam  merencanakan  karir,
            karena perubahan  pasar kerja membutuhkan  kemampuan
             144  Bimbingan Karir
   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162