Page 160 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 160

belajar secara berkelanjutan baik melalui pendidikan formal,
              maupun  non formal dan informal. Ini penting  mengingat
              dunia kerja saat ini cenderung menuntut multi skill dan juga
              kemampuan membangun networking.

                  Berbagai strategi dan teknik layanan  bimbingan karir
              yang ditawarkan dalam kerangka kerja utuh Bimbingan dan
              konseling, pada  Rambu-rambu  penyelenggaraan  Bimbingan
              dan Konseling dalam  Jalur  pendidikan  formal (2007)  dapat
              digunakan dalam  bimbingan karir  oleh konselor, namun
              yang menentukan hasil dari  bimbingan tersebut adalah
              implementasi dan kinerja langsung  yang  ditunjukkan
              konselor di lapangan. Di sini dibutuhkan kompetensi kinerja/
              performance konselor.
                4.  Kompetensi yang  harus dimiliki konselor untuk
                    melaksanakan layanan bimbingan karir
                  Ronald G. Sultana  (2008)  menjelaskan  yang  dimaksud
              “competence” adalah: kompetensi  yang  harus dimiliki oleh
              praktisi bimbingan karir/career  guidance (CG). Kompetensi
              itu menunjukkan kemampuan  dan berwujud kemahiran
              seseorang (konselor) dan dilakukan secara professional, jelas,
              terstandar, ada target  yang  jelas,  dalam  mengembangkan
              bimbingan karir.
                   Secara yuridis  formal kompetensi yang  harus dimiliki
              seorang konselor sudah tertera Dalam permendiknas nomor
              27 tahun 2008 tentang SKA (Standart Kualifikasi Akademik)-
              KK  (Kompetensi  Konselor)  yang  ditata  ke dalam  empat
              kompetensi  pendidik  (kompetensi  pedagogik, kepribadian,
              sosial, dan profesional) sebagaimana  tertuang  dalam  PP
              19/2005,  (sebagaimana  terlampir). Rumusan  kompetensi
              tersebut, masih bersifat patokan umum secara Nasional yang
              masih harus ditunjukkan melalui kinerja konselor di sekolah.
                  Secara praktis sesuai  dengan fenomena karir  dan
              kompetensi  yang harus  dikembangkan pada siswa pada
              era teknologi informasi  sebagai efek globalisasi maka ada

                         Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir  147
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165