Page 158 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 158
adaptasi yang cepat, maka perlu juga strategi bimbingan
untuk mengembangkan daya fleksibelitas pada diri siswa,
dengan mengajarkan keterampilan memecahkan masalah,
merangsang kreativitas untuk mengembangkan kemampuan
melihat alternatif-alternatif.
Bimbingan karir tidak hanya sekedar membantu siswa
menentukan ke mana seorang siswa akan diarahkan dalam
pemilihan jurusan, pendidikan lanjut, dan profesi yang akan
digeluti, tapi juga membantu siswa merencanakan aktivitas diri
agar mampu memenuhi standar kompetensi, kinerja, tingkat
produktivitas yang sesuai dengan pilihan karirnya supaya ia
bisa berkembang optimal pada karir yang digelutinya.
Bimbingan perencanaan karir tidak cukup hanya berupa
pemberian informasi, tapi hal yang jauh lebih penting adalah
membantu perkembangan kepribadian siswa agar tangguh
dan memiliki nilai-nilai yang kuat saat memilih karir dan
berkarir.
John Goyder, (2009) mengungkapkan bahwa pada masa
remaja generasi muda diharapkan untuk memutuskan antara
pendidikan, vokasional, dan pilihan-pilihan pekerjaan dan
membuat pilihan yang paling memungkinkan. Literatur tentang
karir menekankan pentingnya generasi muda membuat
keputusan karir tetapi juga mengetahui masalah-masalah yang
berhubungan dengan pembuatan keputusan tersebut. Untuk
itu siswa perlu didorong untuk memproses informasi karir
dan dibantu untuk mengembangkan satu pandangan positif
dan fleksibel mengenai diri dan lingkungannya. Ditegaskan
bahwa kemampuan untuk adaptasi karir jauh lebih penting
dalam pembuatan keputusan karir.
Sebagian besar orang berusaha keras untuk membuat
keputusan karir, misalnya ketika ia harus memutuskan
memilih antara pendidikan yang tersedia, vokasional dan
pilihan pekerjaan. Khususnya generasi muda yang sedang
berada pada masa transisi dari sekolah ke bekerja mungkin
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 145

