Page 155 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 155
untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat,
kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi, (g)
dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah
karir. (h) mengenal keterampilan, kemampuan dan minat.
Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat
dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. (i)
memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil
keputusan karir. Pengambilan keputusan karir atas dasar
kematangan dalam mempertimbangkan berbagai faktor akan
mendukung dalam perjalanan dan kesusesan karir.
Mencermati berbagai rumusan tujuan karir di atas,
tampaknya sudah relevan dengan tantangan dan tuntutan
perkembangan karir di era global, namun melihat masih
banyaknya fenomena karir yang ada pada kenyataan, para
konselor dan pembimbing perlu mengakaji ulang strategi
bimbingan karir yang dijalankan selama ini. Diprediksi salah
satu penyebabnya adalah belum dioperasionalkannya tujuan-
tujuan bimbingan kepada rumusan-rumusan kompetensi yang
harus dikuasai siswa, atau belum sejalannya strategi layanan
bimbingan karir dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki
siswa. Di sisi lain strategi bimbingan karir mungkin juga
belum dijalankan sepadan dengan percepatan perkembangan
teknologi.
Saat ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK), dalam perencanaan, pengambilan
keputusan, dan persiapan karir tampaknya belum semua
mengambil manfaat positif dari kemajuan IPTEK. Berdasarkan
kenyataan tampaknya ada tiga kategori siswa dalam
perencanaan karir, yaitu:
1. Siswa yang memiliki perencanaan karir yang jelas dan
memanfaatkan produk teknologi sebagai alat yang
mematangkan perencanaan karir. Siswa yang seperti
ini biasanya memiliki cita-cita, memiliki passion (minat,
keyakinan-keyakinan yang kuat pada bidang yang
142 Bimbingan Karir

