Page 154 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 154
membuat keputusan, (c) memfasilitasi pertumbuhan
dan perkembangan siswa, (d) mendampingi siswa untuk
membangun keterampilan untuk sekolah lanjutan, dan karir
di masa yang akan datang.
Tujuan yang lebih fundamental adalah membantu
individu untuk: (a) Belajar problem solving yang efektif
dan keterampilan membuat keputusan, (b) memahami
dan menerima diri mereka dan orang lain, (c) membangun
rasa tanggungjawab pada setiap individu, (d) mengetahui
peluang dan jalan karir bagi diri mereka sendiri, (e) membuat
perencanaan dalam bidang atau masalah yang lain, (f)
mendiskusikan masalah pemilihan pendidikan dan karir di
masa yang akan datang, (g) mengeksplorasi kemungkinan
sekolah lanjutan, (h) memperbaiki dan mempertahankan
hubungan dengan orang lain (keluarga, guru dan teman
sebaya)
Dalam Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan
dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal (2007: 199)
dinyatakan bahwa tujuan yang yang ingin dicapai terkait
dengan aspek karir sebagai berikut: (a) memiliki pemahaman
diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan
pekerjaan, (b) memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja
dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi
karir, (c) memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti
mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa
rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan
norma agama, (d) memahami relevansi kompetensi belajar
(kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan
keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi
cita-cita karirnya masa depan, (e) memiliki kemampuan
untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali
ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut,
lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan
kesejahteraan kerja, (f) memiliki kemampuan merencanakan
masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 141

