Page 153 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 153
mengungkapkan masalah karir yang dirasakan oleh siswa
antara lain: (a) siswa kurang memahami cara memilih program
studi yang cocok dengan kemampuan dan minat, (b) siswa
tidak memiliki informasi tentang dunia kerja yang cukup, (c)
siswa masih bingung memilih pekerja, (d) siswa masih kurang
mampu memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
dan minat, (e) siswa merasa cemas untuk mendapatkan
pekerjaan setelah tamat sekolah, (f) siswa belum memiliki
pilihan perguruan tinggi atau lanjutan pendidikan tertentu,
jika setelah tamat tidak memasuki dunia kerja, (g) siswa
belum memiliki gambaran tentang karakteristik, persyaratan,
kemampuan, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam
pekerjaan serta prospek pekerjaan untuk masa depan
karirnya.
3. Strategi Bimbingan Karir yang Perlu dikembangkan di
Sekolah
Sebelum menetapkan strategi bimbingan karir perlu
dicermati rumusan tujuan diadakannya bimbingan karir..
Menurut Hyot (2001), pendidikan dan bimbingan karir
mempunyai tujuh tujuan yaitu untuk: (a) membekali pribadi
dengan keterampilan untuk mampu kerja, menyesuaikan
diri dan meningkatkan diri, (b) membantu pribadi dalam
memperoleh kesadaran karir, eksplorasi karir, dan pembuatan
keputusan karir, (c) menghubungkan antara pendidikan
dan pekerjaan sehingga dapat membuat pilihan keduanya,
(d) membuat pekerjaan sebagai satu bagian keseluruhan
gaya hidup yang bermakna, (e) memperbaiki pendidikan
dengan memasukkan penekanan karir di dalam kelas, (f)
meningkatkan dan menerapkan kemitraan antar sektor
swasta dan pendidikan, (g) mengurangi penyimpangan dan
keragaman dan melindungi kebebasan membuat pilihan.
Dalam Public Schools of North Carolina dinyatakan
tujuan khusus bimbingan karir adalah: (a) mendampingi
siswa dalam perencanaan pendidikan, (b) mendampingi
siswa dalam membangun dan menerapkan keterampilan
140 Bimbingan Karir

