Page 148 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 148
tidak sekedar membantu orang memilih jenjang karir yang
akan digelutinya, namun juga membimbing pribadi yang kuat
untuk memasuki dunia karir sesuai pilihannya. Persolannya
selama ini bimbingan karir di sekolah masih banyak hanya
fokus pada membantu siswa memahami dirinya, selanjutnya
memilih jurusan, atau sekolah lanjutannya, dan masih sedikit
yang menyentuh sampai pada perencanaan hidup. Padahal
dengan bergulirnya globalisasi menuntut orang untuk
siap berkompetisi, melihat dan memanfaatkan berbagai
peluang karir baru, serta memiliki kualitas kepribadian dan
kompetensi sesuai tuntutan dunia pendidikan dan dunia kerja
yang dimasukinya. Ini artinya dalam menjalankan layanan
bimbingan karir bagi siswa perlu mengubah paradigma dalam
pengembangan kompetensi siswa, dan dengan sendirinya
menuntut konselor mengembangkan kompetensinya.
Melalui tulisan ini dibahas beberapa hal esensial berkaitan
dengan pengubahan paradigma dalam bimbingan karir di
tengah tantangan dan tuntutan era globalisasi, meliputi: 1)
Pengembangan Kompetensi Siswa Melalui Bimbingan Karir.
2). Tantangan dan tuntutan karir saat ini dan fenomena karir
di Indonesia, 3). Strategi bimbingan karir yang dikembangkan
di sekolah, 4). Kompetensi yang harus dimiliki konselor untuk
melaksanakan bimbingan karir .
B. Pembahasan
1. Pengembangan Kompetensi Siswa melalui Bimbingan
Karir
Mencermati tantangan, tuntutan dan fenomena karir yang
ada maka dalam proses bimbingan karir perlu dikembangkan
berbagai kompetensi pada diri siswa. Sebelum membahas
tentang kompetensi apa saja yang akan dikembangkan perlu
dibahas makna kompetensi.
Mulder (2007) menyatakan bahwa seringkali terdapat
makna ganda, di mana kompetensi dilihat pada kemampuan
dan otoritas. Sehingga kompetensi tidak hanya dilihat pada
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 135

