Page 144 - Bimbingan Karir Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir
P. 144
dalam memori. Kedua, responden test ilmu pengetahuan
diukur dari abilitas yang dipilih dari beberapa pilihan yang
dipandang sebagai pilihan yang terbaik, akan tetapi bukan
dari hal apakah seseorang itu dapat bertindak sesuai dengan
dasar dari ilmu pengetahuan tersebut. Dan terakhir bahwa
dengan ilmu pengetahuan predikat seseorang dipandang
dapat bekerja tapi tidak menjamin ia dapat bekerja dengan
baik.
Keterampilan (skill) merupakan bakat untuk melakukan
hal tertentu yang bersifat pisik maupun mental. Contoh
seorang dokter gigi memiliki keterampilan khusus untuk
melayani atau memperbaiki gigi yang rusak dengan penuh
keberanian. Dan seorang programer komputer memiliki
keterampilan dalam mengatur 50.000 macam code dari logical
sequential order.
Pandangan lain yang dapat dijadikan alternative sebagai
persyaratan kompetensi karir serta kerangka kompetensi
karir untuk masa kini yaitu: (1) kompetensi spiritual, (2)
kompetensi intrapersonal, (3) kompetensi kumunikasi, (4)
kompetensi interpersonal, (5) kompetensi Empowering, (6)
kompetensi berpikir unggul, dan (7) kompetensi bekerja dan
manajemen Smart (sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/
kepeminpinan).
E. Kesimpulan
Globalisasi telah menimbulkan sederet perubahan
sekaligus penyantun terhadap institusi sosial dan kebudayaan.
Perubahan ini telah mengubah sudut pandang manusia
termasuk dalam bidang pendidikan dan pekerjaan (Friedman,
2006). Persoalan yang segera muncul adalah diberbagai
negara terjadi pergulatan hebat dengan persoalan distribusi
sumber daya manudia dengan ketersediaan lapangan kerja.
Hal ini juga berpengaruh terhadap dunia konseling dan
pengembangan karir.
Asumsi yang dipergunakan dalam konseling terhadap
Paradigma, Dimensi, dan Problematika Perencanaan Karir 131

