Page 101 - Revitalisasi Fasilitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
P. 101
beberapa hasil penelitian sebagaimana pada bab IV Keadaan Fasilitas
BK Saat ini, aspek sarana dan prasarana bimbingan dan konseling harus
mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak, yakni dinas
pendidikan setempat, kepala sekolah, dan para guru, lebih khusus lagi
guru BK (konselor). Untuk melakukan pengadaannya, dapat dilakukan
dengan berbagai pendekatan pada berbagai pihak oleh konselor
sekolah, diantaranya:
A. Mengintensifkan komunikasi dengan Kepala Sekolah.
Kepala sekolah mempunyai peran penting dalam usaha maju
mundurnya suatu sekolah, baik sebagai administrator, motivator,
leadership maupun supervisor, sehingga banyak mempengaruhi dalam
pengambilan keputusan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Pengambilan keputusan kepala sekolah mempengaruhi produktivitas
sekolah, baik produktivitas fisik maupun nilai (Kuswardani, 2012).
Semakin baik pengambilan keputusan kepala sekolah, maka semakin
baik pula produktivitas dari sekolah tersebut. Kepala sekolah sesuai
fungsinya sebagai supervisor sekolah memiliki beberapa tugas, salah
satunya berusaha melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk
media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan
pembelajaran (Purwanto, 2004:8). Berdasarkan survei yang dilakukan
di sekolah Provinsi Nova Scotia, kepala sekolah yang menghadiri
pelatihan pelatihan di lembaga mengenai program bimbingan dan
konseling komprehensif, memiliki peluang untuk keberhasilan
pelaksanaan yang tinggi (Sumarah dan Lehr, 2002:16).
94

